Pages

Download Novel + Film : Sepatu Dahlan, Surat Dahlan

Wednesday, July 2, 2014



Download Novel + Film : Sepatu Dahlan, Surat Dahlan

Dahlan Iskan

Membahas sosok Dahlan Iskan, maka kita harus diingatkan tentang tindakan cenderung menjadi kontroversial, intelektual, penyimpangan, tidak biasa baginya, yang sebenarnya adalah perusahaan Minister of STATE-OWNED. Membongkar salib jalan, naik taksi untuk pertemuan Menteri, sering mengenakan sepatu kets daripada mengkilap sepatu atau menolak Menteri kendaraan ke fasilitas, menjadi daya tarik untuk Mr DIS-pendamping-panggilan di tengah pejabat kita yang tampak lebih maruk dengan harta benda, untuk gaji besar yang telah disediakan, tetap terasa kurang.

Hal unik dari Bapak Dahlan, yang mungkin menarik Krisna Pabichara untuk menciptakan sebuah "karya" khusus didedikasikan untuk Mr Dahlan. Sangat jarang, saya pikir, karakter Nya novel, Indonesia-tidak termasuk biografi, Pak Habibie hanya hanya memiliki buku biografi dengan Bu Ainun, sampai tertentu "Sepatu Dahlan" adalah sebuah terobosan baru, menetapkan kekontroversialan dan famousnya jadi sekarang Mr Dahlan di masyarakat. "Sepatu Dahlan" itu sendiri adalah serangkaian novel dalam trilogi.


"Sepatu Dahlan" dimulai dengan prolog bertitelkan 18 jam kematian. Karakter dari kisah, Mr Yu Shi-Gan, diucapkan saya se Kan-akan menjalani operasi untuk menggantikan hati di rumah sakit di Singapura. Operasi ini bisa berhasil, secara otomatis dapat juga gagal, sampai doa-doa penyembuhan dinyanyikan untuk banyak Mr Yu. Tapi, ternyata doa-doa dari pemilik yang sakit bukanlah sombong, tidak ada aturan, hanya: Allah, itu terserah Anda sekarang! Ketika dibius sebagai tahap awal operasi, plot berubah, menjadi Pak Yu masa lalu di Kebon Dalem.

Mr Yu, nama Dahlan, tinggal di sebuah desa kecil yang bernama Kebon Dalem. Memiliki seorang ibu bersemangat mbatik, Mr ketat dan pendiam (ketika membaca ini novel, aku ingat ayah gambar ikal di Laskar Pelangi sama segan), adik laki-laki yang bernama Zain dan dua saudara, ya Atun sudah bekerja dan Anda masih Sofwati College. Keluarga bukanlah keluarga yang kaya, Dahlan bahkan cenderung sangat miskin, dan sangat sedikit bercita-cita untuk memiliki sepeda Dahlan dan sepatu-sepatu-terutama, dua hal itu adalah mustahil untuk memiliki.

Konflik dimulai, ketika kecil Dahlan Iskan, setamat SR ingin melanjutkan sekolah ke sekolah menengah, Magetan favorit untuk anak-anak Kebon Dalem. Ini ditolak langsung Bapa, yang telah bersikeras jika Dahlan tetap ingin sekolah, maka satu-satunya pilihan adalah Tsanawiyah Takeran. Bukan tanpa alasan, Pesantren Takeran memang menjadi sejarah bagi Bapa yang dibesarkan oleh mursyid, ibu Kyai memiliki banyak kerabat keluarga di Takeran, sampai keduanya bertunangan di Takeran terima kasih. Dua saudara ini berada Dahlan sekolah di sini. Dahlan kecil dilema antara niat hati ingin Magetan, di sisi lain harus taat kepada orang tua. Akhirnya, Dahlan tetap ke Takeran, meskipun itu hendak menipu ayahnya.

Jarak itu Kebon Takeran Dalem enam kilometer. Tidak jauh lebih sedikit tanpa sepeda dan sepatu. Bisa dibayangkan, lecet kaki menjadi lepuh berlangganan-Dahlan, bukan untuk menyebutkan setelah sekolah harus masih nyabit, ngangon dombanya.

Meskipun Dahlan telah tidak berniat sekolah di Takeran, dihapuskan ketika ia mendengar Kyai Ilham, Dahlan kecil menyadari dia harus sungguh-sungguh sekolah (Aku sangat mengingatkan menara negara 5: pria Jadda Wajada:D). Dalam Takeran, Dahlan menjadi kapten tim voli, kemudian menjadi penjaga Santri ikatan, sebagai baik sebagai yang terbaik peringkat selama nyantri di sini. Dahlan juga mendapat gank, teman-teman di downs; Arif, Kadir, Imran, Komariyah dan Mariyati.

Tenggelam dalam novel ini baik benar-benar terjadi untuk Mr Dahlan atau tidak-kecil Dahlan, jatuh cinta dengan Aisyah, anak gadis berambut panjang Nurul Qomar mandor. Aku begitu pemalunya Dahlan, untuk lulus Aliyah apapun, ia tidak pernah mengungkapkan pendapatnya.

Setidaknya, ada beberapa hal-hal kecil bahwa kita harus menggunakan contoh dari "Sepatu Dahlan":

1) mematuhi orangtua. Kapan Dahlan asrama sekolah ingin bimbang Takeran, ayahnya menceritakan kisah seorang pemuda yang sangat didedikasikan untuk ibunya yang lumpuh. Orang muda memegang bahunya dari Yaman ke Makkah untuk berhaji karena ibunya tidak mau ketinggalan. Walaupun sampai lepuh-lepuh pada kaki dan bahu, ternyata menjadi seorang pemuda amal itu tetap tidak layak kasih sayang ibunya. Sosok orang muda menjadi contoh bagi Dahlan, untuk mengkonfirmasi dirinya demi pilihannya.

2) berhenti merawat luka. Dalam satu bagian dari novel, Kyai Ilham menceritakan sejarah prajurit merah yang menculik Kyai mursyid. Dikatakan, korban diculik Warriors merah, pertama disiksa dan kemudian dimakamkan di sumur-sumur tua. Namun, pasukan tentara merah diperlakukan dengan kejam, menggali kuburan mengatakan kepada diri sendiri, kemudian ditusuk dengan bayonet, kemudian dimakamkan di sebuah lubang. Keluarga Warriors merah adalah pasti bersedihnya sama dengan keluarga korban yang diculik Warriors merah.







via materi

No comments:

Post a Comment

 

Most Reading