Pages

download materi Pengantar Alogaritma

Saturday, May 3, 2014

Pengantar Algoritma

Apakah Itu Algoritma

Ditinjau dari asal usul katanya kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang

hanya menemukan kata Algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda

dikatakan Algorist jika anda menghitung menggunakan Angka Arab. Para ahli bahasa

berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli

sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku

arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-

Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang

berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan”

(The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar

kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari Algorism menjadi Algorithm muncul karena

kata Algorism sering dikelirukan dengan Arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi

–thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa. Maka lambat

laun kata Algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi)

secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa Indonesia, kata

Algorithm diserap menjadi Algoritma.

Lisensi Dokumen:

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan

disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat

tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang

disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,

kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Pengantar Algoritma dan Pemrograman

Alex Budiyanto

2

Definisi Algoritma

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun

secara sistematis dan logis”.

Kata Logis merupakan kata kunci dalam Algoritma. Langkah-langkah dalam Algoritma

harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika

Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer

yang diacu dalam terminologi algoritma. Namun, jangan beranggapan algoritma selalu

identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-haripun banyak terdapat

proses yang dinyatakan dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang

dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada setiap resep selalu

ada urutan langkah-lankah membuat masakan. Bila langkah-langkahnya tidak logis, tidak

dapat dihasilkan masakan yang diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba suatu resep masakan

akan membaca satu per satu langkah-langkah pembuatannya lalu ia mengerjakan proses

sesuai yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut

pemroses (processor). Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, robot atau alatalat

elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses dengan melaksanakan atau

“mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan proses tersebut.

Melaksanakan Algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam Algoritma

tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma yang diberikan kepadanya.

Juru masak membuat kue berdasarkan resep yang diberikan kepadanya, pianis memainkan

lagu berdasarkan papan not balok. Karena itu suatu Algoritma harus dinyatakan dalam

bentuk yang dapat dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus :

1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma

2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.

Mekanisme Pelaksanan Algoritma Oleh Pemroses

Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh komputer,

algoritma hasrus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman sehingga dinamakan program.

Jadi program adalah prwujudan atau implementasi teknis Algoritma yang ditulis dalam

bahasa pemrogaman tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer.

Belajar Memprogram Dan Belajar Bahasa Pemrograman

Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman. Belajar

memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan masalah, kemudian

menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami. Sedangakan

belajar bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu bahasa aturan-aturan tata

bahasanya, instruksi-instruksinya, tata cara pengoperasian compiler-nya, dan

memanfaatkan instruksi-instruksi tersebut untuk membuat program yang ditulis hanya

dalam bahasa itu saja.

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Pengantar Algoritma dan Pemrograman

Alex Budiyanto

3

Sampai saat ini terdapat puluhan bahasa pemrogram. Yang dapat dibedakan berdasarkan

tujuan dan fungsinya. Diantaranya adalah :

Belajar Memprogram

• Belajar memprogram ≠ belajar bahasa pemrograman

• Belajar memprogram : belajar tentang strategi pemecahan masalah, metodologi dan

sistematika pemecahan masalah kemudian menuliskannya dalam notasi yang

disepakati bersama

• Belajar memprogram : bersifat pemahaman persoalan, analisis dan sintesis

• Belajar memprogram, titik berat : designer program

Belajar Bahasa Pemrograman

• Belajar bahasa pemrograman : belajar memakai suatu bahasa pemrograman, aturan

sintaks, tatacara untuk memanfaatkan instruksi yang spesifik untuk setiap bahasa

• Belajar bahasa pemrograman , titik berat : coder

Produk yang dihasilkan pemrogram :

• program dengan rancangan yang baik (metodologis, sistematis)

• Dapat dieksekusi oleh mesin

• Berfungsi dengan benar

• Sanggup melayani segala kemungkinan masukan

• Disertai dokumentasi

• Belajar memprogram, titik berat : designer program

Prosedural

C, Pascal,

Fortran,

Basic

Programming

Language Paradigm

Imperative Declarative

Parallel

Processing :

Ada, Pascal S,

Occam, CLinda

ObjOriented

Ada, Object

Pascal, C++,

Java,

Smalltalk,

Eiffel

Logic :

PROLOG

Functional :

LISP, APL,

SCHEME

Database :

SQL

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Pengantar Algoritma dan Pemrograman

Alex Budiyanto

4

Algoritma

Aksi :

– kejadian yang terjadi pada selang waktu terbatas (dimulai saat T0 dan

berakhir pada saat T1)

– Menghasilkan efek netto yang terdefinisi dengan baik dan direncanakan

Contoh :

– Ibu Tati mengupas kentang untuk mempersiapkan makan malam..(luas

ruang lingkupnya)

– Karena ruang lingkup luas, maka harus didefinisikan keadaan awal dan efek

netto yang direncanakan ( Initial State dan Final State)

– Initial State (keadaan awal) : T0 kentang sudah ada dikantong kentang, dan

ditaruh di rak dapur dimana ibu Tati akan mengupasnya

– Final State (keadaan akhir) : T1 kentang dalam keadaan terkupas di panci,

siap untuk dimasak dan kantong kertasnya harus dikembalikan ke rak lagi.

– Kejadian : urut-urutan dari beberapa aksi yang terjadi secara berurutan.

– Efek kumulatif dari semua aksi yang terjadi menjadi efek netto dari kejadian

– Penggolongan suatu kejadian menjadi aksi adalah relatif tergantung dari

sudut pandang. Contoh mengupas kentang dapat dijelaskan :

􀂃 Ambil kantong kentang dari rak

􀂃 Ambil panci dari almari

􀂃 Kupas kentang

􀂃 Kembalikan kantong kentang ke rak

– Contoh lain (jika tidak dipandang perlu untuk menjelaskan kantong kentang

diambil dari rak sebelum ambil panci) :

􀂃 Ambil kantong kentang dari rak dan ambil panci dari almari

􀂃 Kupas kentang

􀂃 Kembalikan kantong kentang ke rak

Jika esok hari ibu Tati mengupas kentang lagi untuk makan malam juga, dan

kita mengamati hal-hal yang sama, apakah hal tsb bisa disebut sama ?

Ini tergantung jawabannya bisa sama bisa tidak.

Tidak karena ibu Tati tidak mungkin mengupas kentang yang sama dengan

kemarin

Sama karena kemiripan pola yang dilakukan

Notasi Algoritma Independen Terhadap Bahasa Pemrograman Dan

Mesin Komputer

Notasi Algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.

Analoginya sama dengan resep membuat kue. Sebuah resep dapat ditulis dalam bahasa

apapun. Bahasa Jepang, Inggris, Perancis, Indonesia, dan lain sebagainya. Apapun

bahasanya, kue yang dihasilkan tetap sama asalkan semua aturan pada resep diikuti.

Mengapa demikian ? Karena setiap juru masak (sebagai pemroses) dapat melakukan

operasi dasar yang sama, seperti mengocok telur, menimbang berat gula, dan lain

sebagainya.





via materi

No comments:

Post a Comment

 

Most Reading