Pages

Cara Mendukung Gagasan dalam Karya Tulis

Saturday, January 25, 2014

karya tulis ilmiah
Bagaimana Cara Mendukung Gagasan dalam Karya Tulis Ilmiah Anda?

Cara Mendukung Gagasan dalam Karya Tulis

Saat menulis ptk (penelitian tindakan kelas), baik dalam bentuk proposal atau laporan, seringkali kita harus menulis sedemikian rupa sehingga pembaca yang nantinya membaca karya tulis ilmiah kita akan memahami alur pemikiran kita, dan meyakini apa yang kita tulis memang benar adanya. Dan, seringkali pula dalam karya tulis ilmiah kita tersebut, kita harus mengusung suatu gagasan atau pendapat. Nah, untuk menuliskan hal ini tidaklah mudah. Masalah yang sering dihadapi oleh penulis pemula yaitu cara meyakinkan orang yang membaca tulisannya sehingga percaya hal-hal yang ditulis/ dikemukakan penulisnya. Banyak penulis menemui kesulitan untuk membuat yakin pembaca karena gagasan yang diusungnya tidak atau kurang didukung olehpenjelasan yang konkret.

Cara Mendukung Gagasan

Ada 4 cara yang dapat dilakukan seorang penulis untuk mendukung gagasan yang diusungnya pada tulisannya, yaitu (1) menampilkan contoh; (2) memberi ilustrasi; (3) memasukkan kutipan; dan (4) memaparkan data.

Menampilkan contoh dan memberi ilustrasi 

Keduanya merupakan cara termudah yang dapat dilakukan seorang penulis untuk mendukung gagasannya. Untuk ini, penulis dapat mengambil contoh atau ilustrasi dengan mencari informasi dari perpustakaan, atau lebih mudah lagi dengan memberi contoh-contoh dari pengetahuan yang dipunyainya dan pengalaman hidupnya. Lain dari pada itu, menampilkan contoh dan memberi ilustrasi suatu gagasan berdasarkan peristiwa yang didasarkan pada pengalaman nyata biasanya akan membentuk tulisan yang menarik untuk dibaca.

Tetapi, untuk hal tersebut di atas perlu dingat bahwa ada 2 hal yang perlu mendapat perhatian: (1) teknik mendukung gagasan dengan cara ini dianggap teknik paling lemah, oleh sebab itu penulis sangat perlu untuk hati-hati jika menggunakan teknik ini; (2) harus dicamkan, bila contoh atau ilustrasi yang diambil memang merupakan contoh dan ilustrasi yang representatif (mewakili dengan baik gagasan yang diusung).

Data berupa angka-angka atau paparan statistik seringkali sukar disajikan oleh penulis, tetapi cara ini adalah cara terbaik untuk memperkuat gagasan ilmiah yang diusung penulis. Relevansi data, biar bagaimanapun harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum data dipaparkan kepada pembaca.

Memasukkan Kutipan

Cara yang juga sangat penting dalam penulisan karya tulis ilmiah, untuk tujuan memperkuat dan mendukung gagasan penulis, adalah dengan menggunakan kutipan (memasukkan kutipan). Kesulitan teknik untuk mendukung gagasan dengan cara ini tergolong relatif. Penulis harus dapat mempertimbangkan pernyataan siapa yang dikutip dan bagaimana memperoleh sumber yang cocok dan pas agar mendapatkan kutipan yang betul-betul diharapkan memenuhi syarat. Teknik memasukkan kutipan ini sangat perlu diusahakan oleh sebab dukungan terhadap gagasan dianggap paling kuat dibanding dengan teknik paparan data atau statistik.

Jenis Kutipan

Dalam penulisan, ada bentuk kutipan yang dapat digunakan, meliputi: (1) kutipan langsung; dan (2) kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang diambil persis sama sebagaimana sumber asal dengan tidak mengubah susunan kalimatnya. Kutipan langsung dalam karya tulis diberi tanda kutip (tanda baca berupa tanda kutip ”.....”). Sementara kutipan tidak langsung dalam penulisannya pada naskah karya tulis tidak membutuhkan tanda kutip.

Bentuk gramatika yang digunakan pada kutipan merupakan frase atau kaluasa berisi laporan informasi pinjaman dari sumber lain. Contoh frase yang sering digunakan untuk menyatakan kutipan langsung atau tidak langsung misalnya:
..............mengatakan (bahwa)................
..............melaporkan (bahwa)................
..............mempertahankan (bahwa)................
..............menyebutkan (bahwa)................
..............menyatakan (bahwa)................
Menurut................
Sebagaimana dinyatakan oleh..................
Sesuai dengan.................
Dilaporkan oleh...................

3 Aspek yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Kutipan

Bila penulis mengutip pendapat penulis lain, maka terdapat 3 aspek yang patut dijadikan perhatian. Kesatu, kutipan hatus akurat, baik pada kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung. Arti dan makna harus sesuai dengan makna aslinya. Bila penulis menghilangkan beberapa kata, dengan maksud dan anggapan karena hal tersebut tidak berguna, maka perlu dibubuhkan tanda elips, yaitu tiga titik (...) atau kelipatannya (......), (.........) agar menunjukkan bahwa ada bagian-bagian atau kata-kata yang tidak dicantumkan.

Kedua, bila penulis mempunyai alasan kuat untuk membubuhkan beberapa kata baru, maka penambahan kata-kata tersebut harus diletakkan di antara dua kurung persegi [] sebagai penanda bahwa kata-kata atau bagian tersebut merupakan tambahan dari penulis itu sendiri.

Ketiga, saat mengutip pendapat penulis lain, dilarang keras mengubah makna dan arti dari pendapat tersebut. Lalu, jangan lupa memberi tanda sesuai dengan tanda baca yang tepat sesuai eyd (ejaan yang disempurnakan).

No comments:

Post a Comment

 

Most Reading