Pages

cara Meraup Untung Budidaya Kroto dari Halaman Rumah

Tuesday, September 23, 2014



Pernah tinggal di masa-masa sulit tidak membuat orang yang bernama Ade Yusdira berhenti berusaha untuk mencari nafkah untuk keluarga. Sebagai akibatnya, dia adalah sekarang bisnis yang sukses yang masih langka dan unik kelompok lain yaitu budidaya kroto.



Kroto itu sendiri sejenis Semuta telur atau larva rangrang masyakat secara luas digunakan sebagai pakan burung berkicau atau sebagai umpan untuk memancing ikan trout.



Usaha awal



Sebelum memasuki usaha budidaya kroto, Ade telah beberapa kali diubah profesi mereka, mulai menjual makanan khas Palembang-Pempek pempek tur sekolah, menjual roti, membuka toko alat tulis kantor (ATK) untuk menjual nasi goreng dan mie ayam.



Semua yang dia dilakukan sebagai sampingan dari profesinya utama mengajar staf untuk kursus komunikasi bisnis dan ritel Manajemen STIE persatuan Bogor.



"Semua profesi saya melakukan seperti pempek-pempek menjual kepada sekolah-sekolah, maka penjualan roti. Pendapatan dapat hingga $ 200 k-$ 300 k, tapi bosan, harus bangun pukul 4 kompleks muter menjual roti dan jam 8 am bekerja dalam kesatuan. Kemudian perdagangan juga memiliki nasi goreng dan mie ayam dan perdagangan ATK, "katanya saat berbicara dengan Liputan6. com di Bogor, Jawa Barat, tidak lama yang lalu.



Awal bunga di budidaya nya Memancing karena kroto. Pada saat itu adalah kroto masih sulit diperoleh sehingga dia berpikir bagaimana mengolah kroto dirinya.



Mulai budidaya Ade ini setidaknya melakukan eksperimen dan penelitian hingga 2 tahun sebelum akhirnya berhasil.



"Sementara di alam juga semakin sedikit. Saya perlu, akhirnya mengilhami penelitian saya di masa lalu, banyak gagal untuk berhasil. Saya melakukan beberapa penelitian sudah 2 tahun, kemudian menjalankan bisnis ini sekitar 1 tahun. Sebenarnya ini sudah diperkenalkan kroto budidaya 5-6 tahun yang lalu dan itu adalah tidak banyak, "lanjutnya.



Setelah berhasil melakukan bisnis seperti, budidaya tumbuh dengan cepat. Menurut dia ini adalah karena momentum pemasangan mana masyarakat semakin suka menjaga burung berkicau dan ikan jadi kebutuhan kroto lebih tinggi. Sementara itu masih belum banyak orang yang tahu bagaimana untuk menciptakan mereka.



"Kebutuhan tinggi sementara kroto suplainya kurang. Sebenarnya alam itu sendiri telah menyediakan kroto, tapi akibat deforestasi, perburuan liar dan masyarakat menganggap semut sebagai hama begitu hancur, akhirnya merugikan koloni dan mati sehingga kroto sulit didapat, "menjelaskan lahir di Bogor, 8 September 1975.



Melihat perkembangan yang positif, Ade akhirnya berhenti menjual dan mulai fokus pada budidaya kroto ini sementara masih mengajar.



Ia juga memberikan namanya kepada Kroto Bond. Nama ini berasal dari ikatan panggilan Ade dari teman-teman akrab. Selain itu, ikatan ini juga identik dengan karakter film James Bond, sehingga diharapkan dapat lebih mudah diingat oleh para penggemar burung berkicau dan pemancing.



Omset bisnis



Bagaimana berbudidaya ini menyenangkan kroto tidak mudah. Ade mengungkapkan bahwa dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam berbudidaya kroto ini. Namun, sisi media yang digunakan cukup mudah untuk mendapatkan jar.



Dalam satu botol rangrang semut, rata-rata menghasilkan kroto 50 gram per bulan. Pakan untuk semut ini adalah mudah didapat, seperti Hong Kong yang ulet, belalang, jangkrik cacing tanah dan air gula.



Ade saat ini memiliki sekitar 12 cabang kroto budidaya, antara lain di Bogor, 4 cabang dan setiap cabang 1 di Jambi, Palembang, Jakarta, Sumedang, Purwokerto, Madiun, Bali, serta long beach.



Dimana dia dijadikan pusat kawasan budidaya batu yang kroto, Bogor Barat, harian Ade budidaya sekitar 5 ribu botol semut untuk kroto dihasilkan.



Dalam satu hari, ia mampu menghasilkan ribuan 2 biji Ant stoples setiap hari. Untuk harga 1 guci semut, benih biasanya harga dibanderol Rp 50 ribu menjadi Rp 60.000.



Ade bercerita dalam satu bulan bisa ia jual rata-rata 2 ribu tabung dengan omset mencapai Rp 150 juta untuk $ 200 juta per bulan. Pelanggan tidak hanya berasal dari Bogor sendirian, tetapi seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua.



Selain melakukan bisnis, Ade juga mengadakan pelatihan secara teratur dan gratis untuk masyarakat yang tertarik melakukan kroto budidaya. Setiap hari banyak orang dari daerah yang berbeda datang ke tempat yang telah mengikuti pelatihan tersebut.



"Ada sesi 4, yaitu karakteristik rangrang semut, persiapan, teknik budidaya, cara memanen. Peserta pelatihan dibuat dari mana-mana seperti dari pekerjaan lain, dari Jawa, ada bahkan dari Sumatera seperti Jambi, Palembang. Aku memberikan ini pelatihan gratis karena saya filsafat, ilmu yang berasal dari Tuhan sehingga harus dibagi. Jika banyak sukses ilmu maksudku bermanfaat, "katanya.



Menjanjikan usaha



Ade, bisnis budidaya kroto sangat menjanjikan di masa depan. Hal ini karena permintaan kroto masih sangat besar. Selain itu, harga jual kroto juga m







via materi

No comments:

Post a Comment

 

Most Reading